Sesosok mayat perempuan tak dikenal, ditemukan terdampar di pinggir Pantai Citepus Istana Kepresidenan di Ds. Citepus, Kec. Palabuhanratu, Rabu (10/11) pukul 14.30 WIB. Mayat tersebut ditemukan oleh salah seorang pengunjung yang sedang berjalan-jalan di pantai, yakni Aris (14) warga Kp. Panguragan, Ds. Karangmoncol, Kec. Panguragan, Kab. Cirebon. Ketika ditemukan, mayat tersebut dalam posisi telentang yang hanya menggunakan BH dan celana dalam.
“Saat saksi Aris menemukan mayat tersebut, dia langsung melaporkannya kepada kami. Saat itu juga, kita langsung menerjunkan sejumlah anggota ke TKP (tempat kejadian perkara) untuk mengevakuasi mayat korban. Mayat tersebut dievakuasi hingga dibawa ke kamar mayat RSUD Palabuhanratu oleh anggota kita, dibantu anggota Polsek Palabuhanratu,” ujar Kasatpolair Wil. Palabuhanratu, Ajun Komisaris Amran Kusnandar ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/11).
Menurut dia, mayat tersebut terdampar di pinggir Pantai Citepus Istana Kpresidenan, dekat hamparan batu karang. Kondisi tubuhnya masih lemas dan belum membusuk. Diduga, korban tewas belum lama yang diperkirakan baru tadi pagi. Selain itu, anggota tubuhnya masih utuh, namun terdapat sejumlah luka goresan. Seperti kulit kepala belakangnya sobek sekitar dua sentimeter, di mata kirinya terdapat luka lebam dan di kaki kanannya terdapat luka lecet akibat goresan.
“Luka-luka itu diduga akibat tergores batu karang. Dari hasil visum et revertum pihak RSUD Palabuhanratu, tidak ditemukan luka-luka bekas penganiayaan. Dugaan sementara, korban tewas akibat terjatuh ke laut hingga akhirnya tewas tenggelam. Kemungkinan, itu terjadi sehabis korban pulang ziarah di Tenjoresmi karena lokasi penemuan mayatnya dekat dengan tempat ziarah tersebut,” kata Amran.
Ia menyebutkan, ciri-ciri korban, antara lain kulit sawo matang, rambut lurus sebahu, tinggi badan kira-kira 155 cm, umur sekira 35 tahun, di telinga kanannya memakai anting. Selain itu, ketika ditemukan hanya mengenakan BH warna krem bermotif bunga dan celana dalam warna merah muda. “Ciri khususnya, hanya memakai anting sebelah di telinga kanannya,” tuturnya.
Amran menambahkan, sehubungan mayat tersebut tanpa identitas, sehingga pihaknya memberitahukan kepada masyarakat apabila ada yang mengenali ciri-ciri mayat korban, segera lapor kepada pihak Satpolair Wil. Palabuhanratu atau ke kantor polsek terdekat. “Kalau ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya, apalagi dengan ciri-ciri tersebut, secepatnya datang ke kantor kami atau ke polsek setempat. Mayat korbannya hingga kini masih disimpan di kamar mayat RSUD Palabuhanratu,” katanya.
Sumber: (Pkiran-rakyat Online. 10 Nopember 2010)
Komentar Terakhir