Arsip dari penulis : Holim Aziz

17
Nov
10

Palabuhanratu; Antara Menjadi Kota Wisata, Kota Pemerintahan, ataukah Kota Industri??

Palabuhanratu…..

Palabuhanratu, atau lebih populer sebagai Pantai Pelabuhan Ratu, adalah sebuah tempat wista di pesisir samudra hindia di selatan Jawa Barat. Lokasinya terletak sekitar 60 km ke arah selatan dari Kota Sukabumi.

Sejak kota ini ada, Palabuhanratu telah menjadi kota tujuan wisata yang telah banyak mengundang perhatian masyarakat luas baik wisatawan lokal maupun wisatawan Asing. Tak heran memang karena demografis Palabuhanratu merupakan daerah pesisir pantai teluk yang memiliki hamparan pesisir pantai yang membuat nyaman para pengunjungnya. Hamparan pantainya terbentang luas dari Mulai Pantai Wisata Loji (Simpenan) Sampai dengan Pantai Karanghawu (Cisolok). Selain itu Palabuhanratu memliki perbedaan dari daerah wisata lainnya, karena walaupun daerah pantai tapi suhu alamnya tidak terlalu panas seperti di daerah lain yang notabene daerah pantai. hal ini karena Palabuhanratu selain memiliki panta yang indah juga demografis lainnya merupa perbukitan dan rindangnya pepohonan di kota ini sehingga bisa membuat wisatawan atau orang pernah datang ke palabuhanratu akan merasa betah dan membuat mereka akan terus sering berkenjung ke kota ini.

Dalam setiap harinya, Palabuhanratu telah banyak menadatangan Ratusan pengunjung untuk datang menikmati keindahan alamnya. Jika setiap hari sabtu dan minggu bisa kita lihat betapa antusiasnya masyarakat lokalpun sering tampak padat memenuhi hamparan pasir pantai sepanjang pantai Palabuhanratu, Citepus, cikakak, Cimaja, Karangpapak sampai dengan karang hawu cisolok.

Apalagi jika musim liburan tiba, baik liburan sekolah, liburan setelah hari raya, ataupun liburan akhir-awal tahun, Hiruk pikuk dan kemacetanpun sering terjadi dengan penuh sesaknya oleh lautan manusia dan kendaraan baik lokal maupun dari luar daerah. mereka pada datang baik dengan kendaraan pribadi (motor-mobil), bahkan begitu banyaknya para pengunjung yang datang rame-rame dengan menggunakan mobil bak terbuka baik mobil jenis SS ataupun mobil truk. Maka tak heran, dengan semakin ramainya kota ini di kunjungi oleh  wisatawan, maka pemerintah kabupatenpun segera merenopasi kota ini dengan mempercepat pembangunan baik infrastruktur, maupun menata tempat pelelangan ikan (Dermaga) serta tempat perbelanjaan yang menjadi bagian dari pelayanan bagi kenyamanan wisatawan.

Setelah tahun 2000,  Palabuhanratupun di diresmikan menjadi ibu kota pemerintahan Kabupaten Sukabumi, dan sejalan dengan itu pula kantor pemerintahanpun yang semula terpusat di Kota Cisaat Sukabumi hampir semua instansi baik eksekutif maupun legislatif beralih ke Palabuhanratu.

Pada tahun 2006, dimulai juga pembengunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berlokasi di Muara Cimandiri (Rawakalong-Cipatuguran) yang pembangunannya telah berjalan 4 tahun namun sampai saat ini masih belum bisa dipastikan entah sampai kapan akan selesainya.

Selama 4 tahun pembangunan PLTU Cipatuguran ini, banyak dampak positif dan negatifnya. dampak positifnya yaitu bahwa Kabupaten Sukabumi tidak lagi sebagai kabupaten terbelakang yang hanya menikmati sebagai konsumen tenaga listrik, serta pembangunan PLTU juga memberikan banyak kesempatan bekerja bagi para pemuda di Kabupaten Sukabumi dalam mengurangi jumlah pengangguran walaupun untuk tenaga kerja di PLTU sndiri masih sangat di Dominasi oleh tenaga Kerja dari Jawa Timur meski tlah menumbang pendapatan lain bagi masyarakat yaitu banyak bermunculannya rumah kos-kosan baru.

Namun dampak yang sangat mengerikan yaitu dampak secara negatifnya. coba kita lihat, Rusaknya jalan raya karena lalulalangnya Mobil pengangkut Bahan baku bangunan PLTU dari Mulai Batu Bolder, Batu Seplit, Pasir, Sarana Keperluan lain yang tonasenya di atas rata-rata yang seharusnya mellintasi jalan wisata Palabuhanratu. Bukit-Bukit yang dahulu terlihat rapi saat kita datang ke Palabuhanratu kini telah luluh lantak. salh satu contohnya yang nampak yaitu hilangnya bukit di daerah Cilengsing-Citarik, luluh lantaknya Bukit senyum yaitu bukit di Gunung sumping padahal di Bukit ada instansi Pemerintahan yaitu Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kab. Sukabumi yang jalannyapun rusak berat. Selain itu Patung Ikan Jangilus di perempatan jalan (Siliwangi, Empang, Bhayangkara, Cangehgar) telah hilang,. Gapura Perahu besar di pintu masuk palabuhanratu yang berada di bagbagan juga telah di bongkar paksa karena Mobil pengangkut material bahan bangunan tidak bisa menembusnya.

Dampak negatif jangka panjang yaitu, Suhu Palabuhanratu yang saat ini sudah mulai di rasakannya yaitu bertambah panas karena rusaknya penghijauan bukit-bukit yang mengilingi kota palabuhanratu apali jika nanti PLTU telah beroperasi. Muara Cimandiri yang dahulu menjadi surganya Ikan air Payau dan Udang serta Buaya dan hewan air lainnya telah merasa terganggu sehingga nelayanpun yang dahulu banyak yang menangkap ikan di sekitar muara tersebut, saat ini sudah tak bisa lagi karena ikannya semakin seulit. apalagi jika nanti PLTU telah beroperasi dan limbahnya turun di muara tersebut. Dampak lain yaitu dimungkinkan bisa di timbulkan yaitu di hawatirkan akan semakin berkurangnya minat para wisatawan untuk datang ke Palabuhanratu jika telah melihat dan merasakan Kondisi alam Palabuhanratu tidak seindah dan sesejuk tempo dulu.

Semoga para pengembang dan parat pemerintahan bisa melihat lebih jauh dampak yang akan di tmbulkan sehingga bisa melakukan persiapan antisipasi yang lebih sigap. Sehingga masyarakat tidak akan merasakan dampak negatif yang lebih parah dan masyarakat tidak menjadi korbannya seperti contoh lain yang saat ini telah terjadi selain suhu udara yang semakin panas, juga dikala hujan turun warga sentiong, Pangsor dan kidang kencana palabuhanratu sering menerima dampak banjir bandang yang penuh dengan lumpur dan batubatuan kecil yang di bawa dari bekas pengerukan batu Bolder di Bukit senyum-Gunung Sumping.

11
Nov
10

Mayat Perempuan ditemukan di Pantai Wisata Citepus Palabuhanratu.

Sesosok mayat perempuan tak dikenal, ditemukan terdampar di pinggir Pantai Citepus Istana Kepresidenan di Ds. Citepus, Kec. Palabuhanratu, Rabu (10/11) pukul 14.30 WIB. Mayat tersebut ditemukan oleh salah seorang pengunjung yang sedang berjalan-jalan di pantai, yakni Aris (14) warga Kp. Panguragan, Ds. Karangmoncol, Kec. Panguragan, Kab. Cirebon. Ketika ditemukan, mayat tersebut dalam posisi telentang yang hanya menggunakan BH dan celana dalam.

“Saat saksi Aris menemukan mayat tersebut, dia langsung melaporkannya kepada kami. Saat itu juga, kita langsung menerjunkan sejumlah anggota ke TKP (tempat kejadian perkara) untuk mengevakuasi mayat korban. Mayat tersebut dievakuasi hingga dibawa ke kamar mayat RSUD Palabuhanratu oleh anggota kita, dibantu anggota Polsek Palabuhanratu,” ujar Kasatpolair Wil. Palabuhanratu, Ajun Komisaris Amran Kusnandar ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/11).

Menurut dia, mayat tersebut terdampar di pinggir Pantai Citepus Istana Kpresidenan, dekat hamparan batu karang. Kondisi tubuhnya masih lemas dan belum membusuk. Diduga, korban tewas belum lama yang diperkirakan baru tadi pagi. Selain itu, anggota tubuhnya masih utuh, namun terdapat sejumlah luka goresan. Seperti kulit kepala belakangnya sobek sekitar dua sentimeter, di mata kirinya terdapat luka lebam dan di kaki kanannya terdapat luka lecet akibat goresan.

“Luka-luka itu diduga akibat tergores batu karang. Dari hasil visum et revertum pihak RSUD Palabuhanratu, tidak ditemukan luka-luka bekas penganiayaan. Dugaan sementara, korban tewas akibat terjatuh ke laut hingga akhirnya tewas tenggelam. Kemungkinan, itu terjadi sehabis korban pulang ziarah di Tenjoresmi karena lokasi penemuan mayatnya dekat dengan tempat ziarah tersebut,” kata Amran.

Ia menyebutkan, ciri-ciri korban, antara lain kulit sawo matang, rambut lurus sebahu, tinggi badan kira-kira 155 cm, umur sekira 35 tahun, di telinga kanannya memakai anting. Selain itu, ketika ditemukan hanya mengenakan BH warna krem bermotif bunga dan celana dalam warna merah muda. “Ciri khususnya, hanya memakai anting sebelah di telinga kanannya,” tuturnya.

Amran menambahkan, sehubungan mayat tersebut tanpa identitas, sehingga pihaknya memberitahukan kepada masyarakat apabila ada yang mengenali ciri-ciri mayat korban, segera lapor kepada pihak Satpolair Wil. Palabuhanratu atau ke kantor polsek terdekat. “Kalau ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya, apalagi dengan ciri-ciri tersebut, secepatnya datang ke kantor kami atau ke polsek setempat. Mayat korbannya hingga kini masih disimpan di kamar mayat RSUD Palabuhanratu,” katanya.
Sumber: (Pkiran-rakyat Online. 10 Nopember 2010)

14
Okt
10

Pemerintah dan Dinas PU Kab. Sukabumi Mohon Tinjau Lebih Jauh Pembangunan Jalan Tahun 2010

Sebaiknya pemerintah dan Dnas PU khususnya melakukan kajian dan tinjauan secara menyeluruh terhadap hasil kinerja para kontraktor atas pembangunan hasil tender yang telah diserahkannya dari berbagai dinas terkait. Salah satu contoh nampak jelas yitu terhadap hasil pembangunan atau peningkatan poros jalan. Tidak dapat dipungkiri, hasil yang diperoleh dari anggaran yang begitu sangat besar akan terasa sia-sia jika melihat hasil pembangunannya tidak seperti yang diharapkan. Banyak kontraktor yang mengakalil untuk hasil untung yag lebih besar dari diturnkannya kwalitas bahan bangunan dan atau pembangunan jalan yang tidak diselesaikan sesuai panjangnya jalan yang tertera dalam kontrak. yang mana akhirnya, pengaspalan yang sealakadarnya, saat hujan turun aspalnyapun hanyut di bawa air dan atau saat kendaraan menapaki jalan hotmik yang beberapa hari setelah dibangun, akhirnya aspalnya amblas lg. dan akhirnya bolong lagi. serta masih banyak kasus-kasus yang lainnya.




Jumlah Pengunjung

  • 162,733 Orang

Kalender

Juni 2012
S S R K J S M
« Nov    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Salam Hormat Dari Administrator.

Tujuan utama Blog ini bukan untuk sarana promosi/iklan melainkan Semata-mata hanya proses pembelajaran penulis dalam mengenal Dunia Blog & Duni Internet. Untuk itu Penulis meminta maaf jika dalam isi terlalu banyak salah dan kekurangan serta mohon maaf yang sebesar-besarnya dan minta ijin kepada administrator Web, Situs atau Blog dan yang lainnya yang merasa jika ada sebagian tulisannya yang penulis sunting di Blog ini. Serta penulis juga meminta ijin kepada pemilik situs, web dan sejenisnya jika dirasa tak nyaman atas tindakan penulis yang ikut sharing atau me-link-kan informasi dari situs, web, Blog dan sejenisnya yang Bapak/Ibu/Sdr Miliki atau prilaku penulis yang tak sesuai dengan etika keilmuan dalam dunia cyber. Terimakasih.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.