24
Mei
08

Penyaluran BLT Disambut “Dingin”

Hari pertama pencairan bantuan langsung tunai (BLT) di Kota Bandung, Sabtu (24/5) berlangsung sepi. Tidak tampak antrean warga mengambil BLT di sembilan kantor pos di Kota Bandung yang disiapkan untuk pencairan BLT tahap I tersebut. Hal ini disinyalir karena kurangnya informasi kepada masyarakat.

Kota Bandung, termasuk salah satu dari 10 kota besar di Indonesia yang terpilih menjadi kota penyaluran BLT tahap I, yang dimulai Sabtu kemarin.

Hari pertama pencairan BLT di Kota Bandung sedianya dilaksanakan di tiga kecamatan yang terdiri atas 14 kelurahan, yaitu Kec. Cibeunying Kidul, Kec. Cibeunying Kaler, dan Kec. Andir. Warga dapat mengambil BLT di sembilan kantor pos cabang, yakni Andir, Arjuna, Dungus Cariang, Cicadas, Cikutra, Supratman, Cicaheum, Sukaluyu, dan Sadang Serang.

Kantor Pos Cikutra yang melayani pencairan BLT untuk warga Kel. Sukapada, Padasuka, dan Cikutra, hingga pukul 12.00 WIB masih tampak sepi. Bahkan belum ada satu pun warga dari Kel. Padasuka yang mengambil BLT.

Hal yang sama juga terjadi di Kantor Pos Cicadas, tempat pencairan BLT untuk warga Kel. Cicadas. Hingga pukul 14.00 WIB, tidak satu pun warga yang datang. “Kita sudah menunggu sejak pukul 7.30 WIB,” kata Saiful, petugas di Kantor Pos Cicadas.

Dia menambahkan, banyak warga yang salah alamat. Seharusnya mengambil BLT di Kantor Pos Cikutra tetapi datang ke Kantor Pos Cicadas.

Belum adanya warga Kel. Cicadas yang mengambil BLT pada hari pertama disebabkan karena kartu BLT baru diserahkan pihak kelurahan kepada Ketua RW pada Sabtu (24/5) pagi. “Proses administrasinya baru selesai sekitar pukul 10.00 WIB,” kata Iyus Rukmana, Lurah Cicadas, saat dihubungi melalui telefon.

Sedangkan Kantor Pos Sukaluyu yang menangani pembayaran BLT untuk warga Kel. Cihaurgeulis, Neglasari, dan Sukaluyu, baru mencatat 73 warga dari 316 RTS (rumah tangga sasaran) di Kel. Cihaurgeulis yang mengambil dana BLT.

Namun demikian, suasana pembagian BLT berjalan tertib, seperti di Kantor Pos Andir, Jln. Burungtungku. Para penerima BLT sudah mulai berdatangan sejak pagi, dan mulai ramai sekitar pukul 11.00 WIB. Meski begitu, dari empat kelurahan, hanya warga dari Kel. Kebonjeruk dan Kel. Maleber saja yang mengambil BLT. Sedangkan warga dari Kel. Campaka dan Kel. Garuda belum ada yang datang mengambil dana BLT.

Kepala Kantor Pos Andir, Nursanti, mengatakan, warga yang belum mengambil BLT dapat mengambil dana tersebut kapan saja hingga Desember 2008. Bahkan, Kantor Pos Andir juga akan tetap buka hari Minggu ini.

Juru bicara Kantor Pos Kota Bandung Suyud Suhendar mengakui kurangnya informasi pencairan BLT kepada masyarakat. “Kami minta maaf kepada masyarakat. Kami menyadari ada keterlambatan informasi,” katanya saat ditemui di Kantor Pos Cikutra.

Wakil Kepala Kantor Pos Besar Dodi Kusmayadi mengemukakan, hari pertama pembagian BLT di Kota Bandung, sebanyak 1.095 RTS telah mengambil dana BLT di 9 kantor pos bayar. Di antaranya, di Dungus Cariang sebanyak 40 RTS, Cikutra 392 RTS, Andir 436 RTS, Sukaluyu 73 RTS, dan Supratman 154 RTS.

Ditinjau gubernur

Sementara itu, Gubernur Jabar Danny Setiawan saat meninjau pembagian BLT di Kantor Pos Andir, Jln. Burungtungku, mengemukakan, dalam beberapa hari ke depan, rumah tangga miskin di Jabar akan menerima BLT. “Hari ini BLT baru direalisasikan di 14 kelurahan di Kota Bandung,” ujarnya.

Kepada warga yang datang ke Kantor Pos Andir, Danny menjelaskan bahwa BLT bukan untuk mengganti ongkos biaya hidup, melainkan untuk menambah biaya akibat kenaikan BBM. “Untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang naik, tambahannya diambil dari BLT. Begitu pula dengan kebutuhan-kebutuhan lain,” ucapnya.

Danny merasa terkesan dengan komentar beberapa orang lansia ketika ditanya perasaan mereka menerima BLT. “Terserah pemerintah mau ngasih berapa. Yang penting saya mah bersyukur aja,” ujar Karsa (76), salah seorang lansia yang ikut mengantre di Kantor Pos Andir. Menurut Danny, sikap seperti itu adalah contoh warga Jabar yang baik.

Dibagi-bagi

Salah seorang penerima BLT, Julaeha Murwati (32) warga Kel. Cikutra mengatakan, uang Rp 300.000,00 yang diterimanya kemarin, akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dengan lima anak dan suami yang tidak bekerja, menurut dia, uang sebanyak itu diperkirakan hanya cukup untuk tiga minggu.

Ibu lima orang anak ini mengaku ada rencana pemotongan BLT yang diterimanya. Pemotongan itu dilakukan atas kesepakatan warga untuk kemudian diberikan kepada warga lain yang tidak terdaftar sebagai penerima BLT. “Belum tahu berapa besarnya, tapi katanya untuk yang tidak dapat. Jadi, biar dapat semua,” katanya.

Tidak itu saja, 12 warga di RW 02 Kel. Maleber juga membagi dua dana BLT yang mereka terima kepada 12 warga Maleber lainnya. Menurut Ketua RW 02, Mamat Rahmat, hal itu sudah terjadi sejak BLT tahun 2005. “Mereka adalah pengaju RTS susulan pada tahun 2005, tetapi ternyata hanya 12 orang yang tercantum sebagai RTS. Setelah bermusyawarah, mereka sepakat untuk membagi BLT tersebut,” ujar Mamat.

Sebelumnya, warga Sukapada juga melakukan hal yang sama. Menurut warga, mereka juga akan patungan untuk diberikan kepada warga yang lain yang tidak terdaftar. Kondisi ini terjadi akibat digunakannya data penerima BLT tahun 2005. Oleh karena itu, banyak penduduk miskin yang belum terdaftar.

Sumber: Pikiran Rakyat


0 Responses to “Penyaluran BLT Disambut “Dingin””



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Jumlah Pengunjung

  • 1,185,288 Orang

Kalender

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Salam Hormat Dari Administrator.

Tujuan utama Blog ini bukan untuk sarana promosi/iklan melainkan Semata-mata hanya proses pembelajaran penulis dalam mengenal Dunia Blog & Duni Internet. Untuk itu Penulis meminta maaf jika dalam isi terlalu banyak salah dan kekurangan serta mohon maaf yang sebesar-besarnya dan minta ijin kepada administrator Web, Situs atau Blog dan yang lainnya yang merasa jika ada sebagian tulisannya yang penulis sunting di Blog ini. Serta penulis juga meminta ijin kepada pemilik situs, web dan sejenisnya jika dirasa tak nyaman atas tindakan penulis yang ikut sharing atau me-link-kan informasi dari situs, web, Blog dan sejenisnya yang Bapak/Ibu/Sdr Miliki atau prilaku penulis yang tak sesuai dengan etika keilmuan dalam dunia cyber. Terimakasih.

%d blogger menyukai ini: