25
Mei
08

Harga Baru BBM Diberlakukan

JAKARTA, (PR – 24 Mei 2008).-
Terhitung mulai Sabtu (24/5) pukul 00.00 WIB, harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi naik rata-rata 28,7 persen. Namun, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro tidak menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM lagi sepanjang tahun 2008.

Keputusan menaikkan harga BBM itu disampaikan Purnomo di Kantor Menko Perekonomian, Jln. Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (23/5) malam.

Tiga jenis BBM bersubsidi, yaitu premium naik dari Rp 4.500,00 menjadi Rp 6.000,00 per liter, solar dari Rp 4.300,00 menjadi Rp 5.500,00 per liter, dan minyak tanah naik dari Rp 2.000,00 menjadi Rp 2.500,00 per liter.

Purnomo menjelaskan, masih terjadi disparitas harga BBM bersubsidi yang cukup tinggi. “Dengan penyesuaian harga premium menjadi Rp 6.000,00 per liter, subsidi yang harus ditanggung pemerintah masih mencapai Rp 3.000,00 per liter. Ini mengingat harga premium di pasar internasional rata-rata Rp 9.000,00 per liter,” katanya.

Sedangkan disparitas tertinggi ada pada minyak tanah. “Sekarang menjadi Rp 2.500,00 liter. Padahal, harga pasar Rp 6.500,00 per liter. Karena disparitasnya masih cukup tinggi, walaupun pemakaian minyak tanah tergolong kecil, sekitar tujuh juta kiloliter (kl), dibandingkan dengan premium yang mencapai 17 juta kl, namun karena disparitas minyak tanah tinggi atau sekitar Rp 4.000,00/liter, maka subsidi pemerintah atas minyak tanah sangat besar,” jelasnya.

“Dengan mempertimbangkan peningkatan harga minyak dunia, menyebabkan subsidi menjadi sangat besar sehingga memberatkan APBN. Oleh karena itu, perlu disesuaikan harga jual untuk jenis BBM tertentu bagi konsumen tertentu. Harga tersebut sudah termasuk PPN,” katanya menambahkan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan, kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah merupakan pilihan terakhir yang dibuat pemerintah. “Ini merupakan opsi terakhir dari berbagai opsi-opsi yang ada,” katanya.

Kenaikan harga BBM bersubsidi itu dilakukan guna menghemat keuangan dan belanja negara, menjaga anggaran pemerintah, dan program pengentasan kemiskinan, infrastruktur, pertanian, kehutanan, dan perkebunan.

Tarif angkutan

Dia menjelaskan, kenaikan ini untuk meneruskan program pemerintah yang saat ini masih berjalan. Pemerintah sudah dan akan terus melakukan berbagai penghematan, sehingga APBN tidak semakin tertekan akibat kenaikan harga minyak dunia. Di antaranya, memotong anggaran departemen sebanyak Rp 30,3 triliun. Kemudian penerimaan negara dari intensifikasi pajak sektor pertambangan dan perkebunan Rp 20 triliun.

Menteri Perhubungan Jusman Syafei menjelaskan, pihaknya memberikan toleransi kenaikan maksimal 15 persen terhadap tarif angkutan umum akibat kenaikan harga BBM ini. “Yang jelas, tarif kereta api ekonomi tidak naik. Jadi, terhadap 107 juta penumpang kereta api kelas ekonomi, kenaikan harga BBM ini tidak berpengaruh,” jelasnya.

Jusman menjelaskan mengenai pembagian wilayah untuk penetapan tarif angkutan. Masing-masing wilayah I meliputi Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dan wilayah II meliputi Kalimantan, Sulawesi dan pulau lainnya. Tarif angkutan antarpulau dan antarkota di kedua wilayah ini ditetapkan Menteri Perhubungan.

Sebelum kenaikan harga BBM, tarif di wilayah I adalah Rp 108,00/penumpang/km dan kemudian naik menjadi Rp 119,00/penumpang/km. Sedangkan untuk wilayah II naik dari Rp 119,00/penumpang/km menjadi Rp 131,49/penumpang/km. Tetapi, masing-masing wilayah memiliki batas bawah, yaitu paling rendah Rp 80,00/penumpang/km untuk wilayah I dan Rp 88,00/penumpang/km untuk wilayah II.

“Pengusaha angkutan bus umumnya menetapkan tarif 7% di atas biaya pokok. Sedangkan kenaikan tarif angkutan kota ditetapkan oleh bupati dan wali kota. Sedangkan antarkota dalam provinsi ditetapkan oleh gubernur,” jelasnya.

Pembohongan publik

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Dr. Iman Sugema menilai, pemerintah telah melakukan dua kali pembohongan publik dengan diumumkannya kenaikan harga BBM tersebut. Menurut dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah berjanji, pada 2008 tidak ada kenaikan harga BBM. “Okelah itu direvisi jika harus naik, tapi SBY harus minta maaf dulu. Itu kebohongan yang pertama,” katanya.

Kebohongan kedua, Presiden pernah mengatakan bahwa kenaikan harga BBM akan dilakukan jika program BLT dapat berjalan dengan baik. “Kalau diumumkan malam ini (Jumat malam, red), berarti SBY bohong lagi. Karena, kita lihat pelaksanaan program BLT di beberapa tempat seperti di Bandung, Bogor, realisasinya tidak baik, tapi kok kenaikan tetap dilakukan,” tuturnya.

Ditanya apakah dengan kenaikan BBM sebesar 28,7% maka APBN menjadi aman, Iman malah mengatakan bahwa sebenarnya dengan tidak menaikkan BBM, APBN tetap aman. Pasalnya, Indonesia memiliki semua komoditas yang saat ini harganya sedang naik.

Sumber: Pikiran Rakyat


0 Responses to “Harga Baru BBM Diberlakukan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Jumlah Pengunjung

  • 1,185,288 Orang

Kalender

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Salam Hormat Dari Administrator.

Tujuan utama Blog ini bukan untuk sarana promosi/iklan melainkan Semata-mata hanya proses pembelajaran penulis dalam mengenal Dunia Blog & Duni Internet. Untuk itu Penulis meminta maaf jika dalam isi terlalu banyak salah dan kekurangan serta mohon maaf yang sebesar-besarnya dan minta ijin kepada administrator Web, Situs atau Blog dan yang lainnya yang merasa jika ada sebagian tulisannya yang penulis sunting di Blog ini. Serta penulis juga meminta ijin kepada pemilik situs, web dan sejenisnya jika dirasa tak nyaman atas tindakan penulis yang ikut sharing atau me-link-kan informasi dari situs, web, Blog dan sejenisnya yang Bapak/Ibu/Sdr Miliki atau prilaku penulis yang tak sesuai dengan etika keilmuan dalam dunia cyber. Terimakasih.

%d blogger menyukai ini: