30
Mei
08

Pariwisata Pelabuhan Ratu Mulai Menggeliat

Bisnis pariwisata di Pelabuhan Ratu, Jabar, mulai menggeliat menyusul semakin besarnya kepercayaan wisatawan nusantara (Wisnu) dan manca negara (Wisman) berkunjung ke sana.

Asisten Acounting Samudra Beach Hotel Inna (SBHI), Pelabuhan Ratu, Noviarsyah, ketika dihubungi di Jakarta, Selasa, mengatakan tingkat hunian SBHI mulai meningkat setelah dalam tiga pekan pertama pasca tsunami di Manggroe Aceh Darusalam (NAD) sempat anjlok, termasuk di saat malam menjelang tahun baru.

Pasca tsunami di NAD dan sebagian Sumut muncul ketakutan dari Wisnu untuk tidak berekreasi ke pesisir pantai. Terlebih lagi muncul isu bahwa tsunami juga terjadi di pesisir barat pantai Jawa.

Memasuki minggu ke empat pasca tsunami kekhawatiran mulai hilang. Jika pada akhir pekan pada minggu ke tiga pasca tsunami tingkat hunian hotel SBHI hanya 3%, memasuki minggu ke empat sudah meningkat menjadi 20%.

“Tadinya kami hanya memprediksi hanya 10% saja, tetapi ternyata sudah mencapai 20%,” kata Noviarsyah.

Pemda Pelabuhan Ratu tampaknya juga sudah mempersiapkan daerahnya sebagai tujuan wisata. Pantai Pelabuhan Ratu lebar dan berpasir putih kehitam-hitaman tampak bersih. Sepanjang jalan menyusuri pantai tampak lampu jalanan yang bersinar terang di waktu malam.

Rumah makan dan cafe juga berhias diri. Menurut salah seorang pengelola rumah makan khas sunda, Sari Kartika, mereka menjadikan malam menjelang tahun baru sebagai momentum berbenah diri, tetapi isu tsunami membuyarkan harapan mereka.

Namun, demikian masyarakat Pelabuhan Ratu percaya bahwa isu tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Di samping wisata pantai, Pelabuhan Ratu juga memiliki pemandian air panas, gua kalong, dua tempat pelelangan ikan di Pelabuhan Ratu dan di Cisolok.

Dinas Budaya dan Pariwisata Jabar kepada pers menyatakan sektor pariwisata di daerahnya, termasuk Pelabuhan Ratu, Sukabumi, akan pulih enam bulan ke depan.

Kepala Disbupar Jabar Budhyana mengatakan pada liburan sekolah Juni dan Juli 2005 diharapkan tingkat kunjungan akan meningkat menjadi 50% dan pada liburan dan Natal dan Tahun Baru menjadi 75%.

Pemda Jabar juga mempersiapkan dua jalur menuju Pelabuhan Ratu bagi wisatawan dari Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang dan Bekasi, yakni melalui Cibadak-Cikidang lalu Pelabuhan Ratu.

Jalur alternatif itu lebih ringkas dan dekat dengan jalan yang mulus, meskipun lebar jalan lebih kecil. Jarak tempuh Cibadak, Cikidang dan Pelabuhan Ratu sekitar 40 kilometer atau kurang lebih 45 menit.

Dibandingkan melalui jalur lama yang membutuhkan waktu satu jam lebih, melalui jalur Cikidang, para pengunjung bisa menikmati perkebunan karet, kepala sawit dan teh.

Sumber: Kapanlagi.com 25 Januari 2005


0 Responses to “Pariwisata Pelabuhan Ratu Mulai Menggeliat”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Jumlah Pengunjung

  • 1,185,288 Orang

Kalender

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Salam Hormat Dari Administrator.

Tujuan utama Blog ini bukan untuk sarana promosi/iklan melainkan Semata-mata hanya proses pembelajaran penulis dalam mengenal Dunia Blog & Duni Internet. Untuk itu Penulis meminta maaf jika dalam isi terlalu banyak salah dan kekurangan serta mohon maaf yang sebesar-besarnya dan minta ijin kepada administrator Web, Situs atau Blog dan yang lainnya yang merasa jika ada sebagian tulisannya yang penulis sunting di Blog ini. Serta penulis juga meminta ijin kepada pemilik situs, web dan sejenisnya jika dirasa tak nyaman atas tindakan penulis yang ikut sharing atau me-link-kan informasi dari situs, web, Blog dan sejenisnya yang Bapak/Ibu/Sdr Miliki atau prilaku penulis yang tak sesuai dengan etika keilmuan dalam dunia cyber. Terimakasih.

%d blogger menyukai ini: