03
Jun
08

Kantor Pemerintah Diawasi

Buntut inspeksi mendadak yang dilakukan tim gabungan KPK dan Bidang Kepatutan Internal Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai ke Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Priok Jakarta, Jumat (30/5), empat pegawai kantor tersebut terancam sanksi pidana dan administratif. Mereka diduga menerima suap dari sejumlah perusahaan.

Sementara itu, Ketua KPK Antasari Azhar mengemukakan, KPK akan mengawasi semua kantor pemerintah yang bertugas melayani masyarakat seperti Kantor Bea dan Cukai. Hal itu dikemukakannya di Jakarta, Senin (2/6).

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), M. Jasin mengatakan, berkaitan hasil sidak di Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, proses pengusutan tindak pidana akan dilakukan di KPK. Sedangkan pengusutan pelanggaran administratif akan dilakukan oleh Bidang Kepatutan Internal Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok.

“Kita tetap meminta lid (penyelidikan) dan dik (penyidikan) bisa diteruskan oleh KPK,” kata Jasin, di Jakarta, Senin (2/6).

Pada sidak yang berlangsung Jumat lalu itu, ditemukan sejumlah amplop berisi uang di meja-meja pegawai yang jumlahnya mencapai Rp 500 juta.

Tim gabungan telah memeriksa sejumlah pegawai Bea dan Cukai, empat di antaranya terindikasi melakukan tindak pidana suap. Mereka berinisial M, NTP, P, dan ASP.

“Empat orang ada indikasi tindak pidana suap,” kata Jasin.

Jasin tidak memerinci pasal pidana yang akan disangkakan dan status empat orang yang disebut sebagai pencatat dokumen itu. Dia hanya mengatakan, keempat orang itu sama persis dengan hasil pemetaan atau pengamatan KPK terhadap Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok selama satu bulan terakhir.

Selain memeriksa keempat orang tersebut, KPK meminta agar proses hukum juga dilakukan terhadap beberapa pihak yang menjadi perantara pemberian uang. Pihak-pihak tersebut adalah petugas keamanan, petugas kebersihan, dan petugas parkir Kantor Bea dan Cukai tersebut.

Menurut Jasin, KPK akan berjalan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Departemen Keuangan, dalam kasus dugaan suap di Bea dan Cukai. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bertanggung jawab dalam mengusut dugaan pelanggaran administratif.

Jasin menambahkan, keempat orang tersebut berpotensi dikenai sanksi berat berdasarkan ketentuan dalam PP Nomor 30 Tahun 1980 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Sanksi berat yang dimaksud antara lain pemberhentian, pencabutan nomor induk pegawai, tidak menerima uang pensiun, dan sebagainya.

Awasi kantor

pemerintah

Terkait kasus yang terjadi di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Priok, KPK akan mengawasi semua kantor pemerintah yang melayani masyarakat.

“Pesan moral kasus di Bea dan Cukai bahwa agar yang lain tidak melakukan ini. Yang penting, semua sentra pelayanan publik akan diperhatikan KPK,” kata Ketua KPK Antasari Azhar.

Dikatakan Antasari, KPK akan melakukan evaluasi atas temuan di Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok itu, serta mengenai kapasitas pelakunya apakah sendiri atau ada keterkaitan dengan pejabat lain.

Mengenai kemungkinan KPK akan melakukan penggeledahan di kantor-kantor pelayanan publik yang lain, Antasari mengatakan yang penting dari tindakan KPK ini adalah efek jeranya.

“Kita tidak ingin memadati rumah tahanan. Kita lakukan ini agar ada dampak jera dengan yang lain, atau pembenahan,” katanya.

Sumber: Pikiran Rakyat Online 02/06/08


0 Responses to “Kantor Pemerintah Diawasi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Jumlah Pengunjung

  • 1,185,288 Orang

Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Salam Hormat Dari Administrator.

Tujuan utama Blog ini bukan untuk sarana promosi/iklan melainkan Semata-mata hanya proses pembelajaran penulis dalam mengenal Dunia Blog & Duni Internet. Untuk itu Penulis meminta maaf jika dalam isi terlalu banyak salah dan kekurangan serta mohon maaf yang sebesar-besarnya dan minta ijin kepada administrator Web, Situs atau Blog dan yang lainnya yang merasa jika ada sebagian tulisannya yang penulis sunting di Blog ini. Serta penulis juga meminta ijin kepada pemilik situs, web dan sejenisnya jika dirasa tak nyaman atas tindakan penulis yang ikut sharing atau me-link-kan informasi dari situs, web, Blog dan sejenisnya yang Bapak/Ibu/Sdr Miliki atau prilaku penulis yang tak sesuai dengan etika keilmuan dalam dunia cyber. Terimakasih.

%d blogger menyukai ini: